K.E.M.B.A.L.I (menulis)

Published 10 April 2013 by anyta

assalamu’alaykum wr wb

alhamdulillah, akhirnya setelah 8 (delapan) bulan tidak (sempat) mengaktifkan diri di dunia blogging, akhirnya kini saya diberikan kesempatan untuk kembali (menulis) di sini.

bagi yang (mungkin) merindukan tulisan-tulisan saya😀 doakan agar saya istiqomah untuk terus menulis ke depan, apapun itu -tulislah- karena dengan menulis, akan menjaga produktivitas kita agar tidak stagnan (berdiam diri).

ada banyak pengalaman, peristiwa, hikmah, curahan hati yang ingin segera saya tuliskan tetapi kali ini khusus edisi “menyapa” dulu saja…selamat menanti dan menikmati tulisan-tulisan saya di edisi selanjutnya. terimakasih😉

wassalamu’alaykum wr wb

“kembali padaMU”

Published 24 Juli 2012 by anyta

gersang…

keras…

pesimis…

itulah suasana hati (ku) jika ku jauh dariMU,

setiap ku sadar dari kelemahan dan khilafku,

selalu ku azzamkan untuk kembali padaMU,

dan saat yang sama ujian utk itu begitu dahsyat KAU berikan,

karna KAU ingin tahu kesungguhan (ku),

untuk BENAR-BENAR KEMBALI PADA-MU…

di setiap do’a(ku),

semoga KAU selalu membuka,

rengkuhan maaf dan hidayahMU untuk(ku),

segarkan,

lembutkan,

optimiskan,

hati(ku) untuk selalu percaya dan berprasangka baik padaMU,

sampai kelak aku BENAR-BENAR KEMBALI PADAMU,

dalam kesucianku,amin…

 

———————————————————————————

suara hati seorang hamba pada Sang Rabb, pemilik ruhnya, sedang terus berjuang untuk “kembali padaNYA”

Number One For Me

Published 16 Mei 2012 by anyta

NUMBER ONE FOR ME (by:Maher Zain)

 

I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed

Chorus:
Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you

Mum I’m all grown up now
It’s a brand new day
I’d like to put a smile on your face every day
Mum I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day

Baca selengkapnya →

.:. Usia Berkah .:.

Published 10 April 2012 by anyta

“Barakallaha fii umriik” 

Do’a yang terlafadzkan dari orang tua, kerabat, sahabat-sahabat serta saudara seiman-ku di hari itu mengingatkanku untuk mampu menjaga diri agar keberkahan sentiasa dilimpahkan oleh Sang Rahman pada-ku di sisa usia ke depan.

Ya Rabb, hamba memohon keringanan dari MU untuk menunaikan perintah MU,

Ya Rabb, hamba memohon kekuatan dari MU untuk menjauhi tiap larangan MU,

Ya Rabb, hamba memohon ampunan MU atas tiap salah khilaf dan dosa-dosaku,

Ya Rabb, hamba memohon kasih sayang MU membelaiku di tiap waktuku,

Ya Rabb, hamba memohon keberkahan usia di sepanjang hayatku,

Ya Rabb, izinkanku bertemu kekasihMU di surgaMU nanti,

Ya Rabb, hamba memohon terima dan kabulkanlah do’a hamba,

Amin Taqabbal Ya Karim.

——————————————————————————————

Terimakasih untuk yang terus mendo’akanku dalam kebaikan, semoga terkabulkan juga do’a-do’a kebaikan itu untuk yang mendoakan.

Pesan (Ustadz) M. Natsir Kepada Para Guru dan Ustadz di Pelosok

Published 22 Maret 2012 by anyta

re-blog from Senarai Seringai

Ini adalah petuah dari guru kita yang bagi saya pribadi berlaku untuk kita semua yang berprofesi apapun. Petuah hebat mengenai kelurusan niyat dan orientasi bekerja dan pengabdian diri untuk umat. Let’s cekidot.

—————————————————————————————————————————–

Saja mengutjapkan sjukur alhamdulillah, karena pada malam ini saja dapat menghadiri satu pertemuan dengan pengurus dari Taman Pendidikan Islam jang sudah pernah terdengar namanja oleh kawan-kawan di Djakarta, akan tetapi belum mengetahui benar-benar bagaimanakah usaha dan tindakan dari Taman Pendidikan ini.
Sekarang saja berada ditengah saudara-saudara. Saja rasanja berada kembali pada tangga saja sendiri. Sebab tatkala saja keluar dari bangku peladjaran, maka jang mula-mula saja hadapi dalam lapangan pekerdjaan dan perdjuangan, ialah lapangan pendidikan Islam ini.
Adapun jang sedang saudara-saudara kerdjakan sekarang, bukanlah suatu pekerdjaan jang lekas-lekas diketahui orang. Bukan suatu pekerdjaan jang saban hari tertulis di surat-surat kabar, bukan pula pekerdjaan jang dianggap orang herois, pekerdjaan pahlawan jang dipudja-pudji setiap hari. Saudara mentjari pekerdjaan djauh dari kota, jakni di kebun-kebun onderneming, menanamkan Agama dikalangan buruh-buruh perkebunan di gunung-gunung.
Akan tetapi ketahuilah saudara-saudara, bahwa ibarat orang memanah, sasaran saudara sudah tepat pada tampuknja benar, sebab orang sering kali lupa, bahwa potensi dan tenaga dari umat kita, sebenarnja terletak di luar kota, di desa, di tepi-tepi gunung, di tengah-tengah alam raja jang besar itulah!
Sekarang saudara menghadapi satu masjarakat jang terpisah, jang dinamakan masjarakat kebun, jang mempunjai sipat sendiri, penuh dengan penderitaan poenale-sanctie dan lain-lain sisa alam pendjadjahan. Itulah batang terendam jang saudara-saudara pikul sekarang.
Ini adalah pekerdjaan jang menghendaki kepada meniadakan diri, meniadakan diri dengan pengertian, membuat sesuatu pekerdjaan hanja karena besarnja kesadaran dan tidak ingin kepada pudji dan pudja. Tjukup saudara-saudara puas dengan mendapat keredaan Ilahi jang Ia-nja melihat usaha saudara-saudara.
Baca selengkapnya →

Dosa(ku) Adalah Alasan Mengapa Harus Berdakwah

Published 15 Maret 2012 by anyta

dakwatuna.com

Begitu banyak generasi muda Islam yang -seharusnya menjadi penggerak dakwah menuju kejayaan Islam- menjadikan dosa-dosa yang mereka lakukan sebagai alasan untuk meninggalkan lapangan dakwah. Padahal kemunduran mereka sama sekali tidak membuat keadaan dakwah ini menjadi lebih baik, tapi justru secara tidak langsung mereka telah menjadi “musuh” yang menghambat pergerakan dakwah dengan sikap apatis mereka.

Fenomena ini adalah sebuah kesalahan yang sangat diwaspadai. Jangan sampai semangat untuk beramar ma’ruf nahi munkar menjadi pudar hanya karena dosa dan kesalahan di masa lalu. Bukankah Allah SWT telah berfirman,

“Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “ (QS. An-Nur: 21)

Maka, jangan sampai kita berhenti beramar ma’ruf nahi munkar dengan alasan kita adalah seorang pendosa. Abul Faraj Ibnul Juazi mengatakan, “Sungguh, Iblis telah berhasil membujuk rayu sebagian ahli ibadah. Dia melihat kemungkaran, tetapi tidak mengingkarinya dan tidak mencegahnya. Lalu orang tadi berkata, ‘Yang mencegah kemungkaran dan menyuruh kebaikan adalah orang yang sudah bagus dan baik. Sementara saya belum baik betul, bagaimana mungkin saya menyuruh orang lain?’ Hal ini adalah sebuah kesalahan, karena dia seharusnya (tetap) mencegah kemungkaran dan menyuruh kepada yang ma’ruf.”

Seorang lelaki pernah berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal, “Apakah seseorang itu tetap bertahan terus sampai dia sempurna, kemudian baru mendakwahi manusia?”

Imam Ahmad menjawab, “Siapakah orang yang sempurna? Tetaplah berdakwah kepada manusia.”

Begitu pun dengan yang diwasiatkan Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyyah kepada Abul Qasim Al-Maghribi, “Bahwa seorang hamba pasti melakukan kesalahan dan dosa adalah sebuah kemestian yang ada pada seorang hamba. Namun dia harus meminta ampun kepada Allah, sehingga seseorang tidak beralasan (untuk tidak melakukan kebaikan), hanya karena ia telah berdosa”.

DR. A’idh al-Qarni, seorang ulama yang sangat besar perhatiannya terhadap dakwah dan generasi muda Islam saja pernah menemui seorang pelaku dosa dan memintanya agar aktif dalam lapangan dakwah pada Allah, agar dia ikut andil berceramah, ikut serta dalam beramar ma’ruf nahi munkar atau pengajian. Agar ia juga aktif memberikan kata-kata yang sejuk dan baik serta ikut dalam menasihati saudara-saudaranya. Beliau melakukan hal ini dengan sebuah alasan yang sangat baik, “karena setiap orang -walaupun pendosa sekalipun-, pantas dan berhak untuk berdakwah dan berceramah kepada manusia”. Tentunya sesuai dengan kapasitasnya.

Pertanyaannya, bukankah itu sama halnya dengan munafik?

Baca selengkapnya →