apa yang bisa kita berikan

Published 31 Juli 2010 by anyta

petang ini, saat baru saja pulang ke rumah, aku sudah dikagetkan dengan keberadaan 2 (dua) makhluq imut kakak beradik, keponakanku😀

bintang dan bulan namanya, mereka ingin menginap di rumahku rupanya malam ini, kangen dengan apa atau siapa ya kira-kira? hmmm… karena tiap momen kunjungan mereka, bisa berubah-ubah latarbelakangnya (kayak apa aja pake latarbelakang, wkwkwkwk)

belum sempat aku mengistirahatkan badan, langsung saja mereka menyerbuku (bukan dengan peluru tentunya🙂 ) meminta macam-macam, nah alhamdulillah tepat adzan maghrib berkumandang, saatnya aku mengkomando mereka untuk shalat maghrib, itu syarat dariku agar permintaan mereka aku penuhi, dan aku bersyukur mereka ternyata merindukan untuk ngaji iqro’ meski bukan merindukan aku (lebay mode on). alhamdulillah Allah “tetap” tanamkan kerinduan untuk belajar ngaji di hati mereka, karena hati anak-anak masih fitrah (suci).

bagiku yang terbiasa mengajar tpa di masjid, permintaan keponakanku mungkin hal biasa layaknya permintaan santri-santri tpa untuk ngaji, tapi tidak untuk mereka, karena mereka seperti “hidup dalam dunia mereka sendiri”, jarang bersosialisasi dengan anak-anak lainnya, pun “tidak mau” ikut tpa di dekat rumahnya.

bulan (yang baru berumur 5 tahun) diajari bintang (kakaknya yang berusia 10 tahun) untuk wudhu dengan benar😀 dan mereka shalat berjama’ah sambil aku pandu, subhanallah melihat mereka shalat berjama’ah seperti aku merindukan sesuatu yang lama tidak aku rasakan

ba’da shalat aku pandu mereka untuk berdo’a agar kelak mereka teringat sampai dewasa untuk mendoakan orangtuanya, ya meski mereka belum paham dengan apa yang mereka lantunkan kepada Sang Rabb sekarang.

pelajaran iqro’ dimulai dari sang adek terlebih dahulu, yang perempuan dulu, ternyata dek bulan udah jilid 2 loh ngajinya, dan meski hanya 1 halaman mengaji petang itu tapi alhamdulillah dek bulan cukup lancar membacanya, kan Allah tetap akan memberikan pahala meski membacanya terbata-bata dan balasanNYA pun dihitung tiap huruf, subhanallah. . . semangat ya dek bulan😀 ngaji terus

nah si kakak ini meski terpaut 5 tahun dengan adeknya tapi ngaji iqro’nya hanya terpaut 1 jilid saja sama adeknya,hmmm,ayo kak jangan kalah ma dek bulan, ntar dikejar lho, rajin ngaji ya. . . “iya tante, aku dah ngaji juga koq di rumah dikit-dikit, lha ngaji sendiri, nggak ada yang ngajarin, di sekolah sudah ga ada ngaji iqro’ lagi tuh” . . . itu jawaban bintang, ya aku memaklumi karena orang tuanya pun juga tidak bisa membantunya, orang tua mereka juga menyadari kalau mereka menyesal karena dulu tidak pernah belajar ngaji, makanya mereka tidak ingin anak-anaknya seperti mereka, hmmm

– – – – – – –

inilah secuil potret tentang kondisi generasi penerus kita, semoga bekal paling utama buat mereka tidak kita abaikan, bekal keimanan, apa yang bisa kita berikan selain itu?

untuk adek-adek kecil-ku, keponakan-keponakanku yang mungkin belum ku tunaikan haknya, teruslah punyai semangat untuk ngaji ya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: