kesetiaan

Published 4 Agustus 2010 by anyta

petang itu, di tengah perjalanan saat aku akan pulang ke rumah, tiba-tiba rantai motorku terlepas dan seketika membuat motorku tak mampu bergerak. ku tuntun ia menuju bengkel motor sambil ku berdoa dalam hati semoga masih ada bengkel atau kios tambal ban yang masih buka.

berjalan menuntun motor kesayangan 300 meter alhamdulillah akhirnya menemukan kios tambal ban yang masih buka. seorang bapak berusia sekitar 50 th tampak sedang menambal ban sebuah motor, aku tanya apakah beliau bisa memperbaiki rantai motor, beliau menjawab bisa, aku pun memarkir motor dan aku dipersilakan untuk duduk dan berteduh di bawah terpal yang dipasang di atas badan trotoar oleh beliau karena hujan rintik-rintik mulai nampak turun.

saat motorku mulai beliau periksa, hujan kian deras, dan sesaat ku lihat seorang ibu tampak memayungi bapak tersebut dan berusaha menerangi dengan lampu minyak agar lancar pekerjaannya. bahkan sang ibu rela dirinya kehujanan demi sang bapak nyaman dalam bekerja. subhanallah.

>>

melihat pemandangan itu, kembali mengingatkanku tentang arti sebuah kesetiaan, seorang istri yang setia membantu dan menemani suami bekerja, apapun pekerjaannya, karena itu adalah ibadah baginya.

teringat pula akan kesetiaan seorang istri kepada suami yang  meski telah berbuat banyak dosa dan maksiyat kepada Sang Rabb tapi dengan kesabarannya, sang istri tetap mendoakannya agar kelak suaminya mendapat hidayah dan benar-benar bertanggungjawab sebagai seorang imam dan qowam yang baik untuk keluarganya, sang istri tetap menghormatinya sebagai suami, tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik, bahkan beberapa istri rela menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya yang sebenarnya itu merupakan shadaqah dirinya untuk suami dan keluarganya, bukan kewajibannya.

kesetiaan yang begitu hebatnya hanya muncul dari orang-orang yang mempunyai kecintaan besar kepada Sang Rabb, Allah Azza Wa Jalla, sehingga keridhoan atas apa yang Allah tentukan untuk dirinya membuatnya tidak menyerah pasrah pada kondisi hidupnya tapi tawakkal yang menyertai ikhtiar yang dilakukannya. seorang istri yang mencintai dan membenci suaminya hanya karena Allah SWT semata. wallahua’lam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: