:: angkringan pakualaman ::

Published 2 Oktober 2010 by anyta

27 September 2010

ba’da maghrib waktu jogjakarta bagian pakualaman

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

petang itu, kupenuhi juga tawaran seorang sahabat untuk dinner together, meskipun hari itu bukanlah hari spesial buat kami tapi sudah lama juga kami ga wisata kuliner dan sekalipun hanya berdua tapi tak apalah, lain kali ajak sahabat-sahabat yang lainnya😉

kesampaian juga sahabatku itu mengajakku makan di angkringan yang sudah sejak lama dipromosikannya dan ternyata ga rugi malam itu aku menyetujui untuk kuliner di sana.

bagi kebanyakan orang Jogja atau orang perantauan yang ada di Jogja yang suka wisata kuliner mungkin tempat ini tidak asing lagi tapi bagiku yang asli orang Jogja, jujur baru sekali ini aku makan di sini, sekalipun aku sangat sering melewati daerah ini tapi aku baru tahu kalau sekarang digunakan untuk area penjaja makanan (ga mau dibilang ga uptodate :D)

aku menyebutnya “Angkringan Pakualaman” karena warung angkringan ini berada di daerah Pakualaman, tepat di depan gedung Puro Pakualaman. warung angkringan di sini berbeda dengan angkringan pada umumnya -yang berupa warung tenda berukuran kecil- melainkan lebih seperti kios penjaja makanan di pasar, tetapi tentang menu makanan dan harga makanan sama persis dengan konsep warung angkringan pada umumnya bahkan menu-nya lebih lengkap dan variatif mulai dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup, seperti :

1. sego kucing (nasi bungkus plus sambal ikan teri) : menu wajib angkringan

2. sate usus ayam : bisa dibakar langsung dan ukurannya lebih besar, mantab

3. sate endhog gemak semur : mak nyuss

4. gorengan : tempe, mendoan, tahu, lan rencang-rencange

5. sayur : oseng-oseng, bakmi, de el el

6. minuman : air putih, teh,  jeruk, wedang jahe, susu, dst

7. roti bakar

8. pisang bakar oles susu

9. lan sanes-sanesipun😀

saat itu kami memesan 2 bungkus sego kucing, 1 sate endhog gemak semur, 2 sate usus ayam bakar, 1 tempe goreng dan 1 gelas wedang jahe. semua itu terasa sangat nikmat meski sederhana karena suasana di angkringan pakualaman sangat berbeda dibanding tempat lainnya. makan di antara lampu remang-remang dan di bawah pohon besar yang kata sahabat saya itu, pohon tersebut masih satu ordo dengan pohon beringin tapi berbeda fisiologisnya, namanya “Ficus elastica” yang mempunyai akar nafas yang menjuntai dari atas ke bawah (saya percaya dengan informasi dari sahabat saya itu karena bagaimanapun dia lulusan biologi meskipun lebih senang dengan gelar Lc :D).

Pohon yang kira-kira ratusan tahun usianya itu memberikan kesejukan di malam itu, makin nikmat lagi karena ditemani wedang jahe yang bagiku sangat mantap rasanya karena jahe yang dibuat bukanlah dari jahe kemasan melainkan jahe asli yang dibersihkan tanpa dikupas dan cukup dimemarkan lalu dicampur dengan gula batu aren dan air panas,hmmm,benar-benar mak nyosss😀 alhamdulillah nikmatnya

ketakjubanku malam itu di angkringan pakualaman tidak berhenti sampai di situ, melainkan saat ku lihat di seberang jalan dari angkringan ini berderet beberapa resto siap saji yang menggiurkan  tetapi bagaimanapun makanan tradisional tetap jadi pilihan karena terbukti lebih banyak pengunjung di angkringan ini daripada di resto seberangnya yang justru sepi pembeli. yang paling membuatku heran adalah muraaaaaaaaaaahnya makanan di angkringan ini. total harga makananku dan temanku hanya Rp 8.500,00 dan itu sudah membuat kami cukup kenyang. jadi teringat waktu dulu pernah di pulau seberang, harga itu tadi mungkin hanya bisa untuk membeli secangkir minuman.

benarlah kiranya kalau orang-orang perantauan sangat nyaman hidup di Jogja, lha wong suasananya menyenangkan, biaya hidup dan makan juga murah, kurang apalagi coba😀 memang benar semboyannya “Yogyakarta Berhati Nyaman” he he he tapi bagiku, tetap ingin ku tinggalkan kenyamanan ini suatu saat kelak, keluar dari zona nyaman yuk ^_^

11 comments on “:: angkringan pakualaman ::

  • kapan-kapan boleh tuh mbak saya ditraktir.. hehe

    btw penulisan nama ilmiah setahu saya kata pertama, huruf pertamanya kapital.
    ficus elastica –> Ficus elastica (dah benar ditulis miring).

  • terakhir saya ke angkringan kemarin malam minggu di angkringan kopi joss..saya baru pertama kesana dan merasakan kopi areng…padahal sebenarnya gak sehat mengkonsumsi karbon…

    • wah ga bisa saya bayangkan rupa dan rasa “kopi areng”
      kopi : hitam pekat
      areng : lebih hitam dan lebih pekat lagi

      hati-hati mas kalau terlalu banyak karbon, bisa2 collaps tuh saluran pencernaan dan pernafasannya :p

      btw,nuwun dah mampir di sini

  • tentang kopi jos: dulu saya pernah nganter tamu dari jakarta ke angkringan kopi joss. kini setiap ketemu di facebook, beliau selalu saja ingin mencobanya lagi. hmm (yummy)

      • di utara stasiun tugu, mbak.. kalau ke sana bisa lewat, tugu ke selatan. sebelum palang kereta api ada jalan ke barat, nah di situ..

        kalau mau lewat samsat kota yogya juga bisa.. dari perempatan pingit ke selatan sampai bunderan samsat ke timur mentok, belok kanan lalu belok kiri, lurus sampai ada angkringan di kanan jalan. nah, di situ tempatnya..

      • wah detail banget denahnya? he he . . . syukron akh, ane tahu koq tempatnya, sering lewat malah dan dari dulu ane penasaran dengan angkringan di sana karena ga ada sepinya alias rame terus

        oke, kapan2 mampir ke sana dah

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: