k.e.m.b.a.l.i.

Published 7 Oktober 2010 by anyta

beberapa saat aku merasakan hampa,

hampa tanpa “tujuan” pasti,

akan ke mana diri ini,

akankah “mimpi” itu sudah pasti?

begitupun seolah aku sudah bersombong diri,

astaghfirullah, maafkan hambaMU ini,

yang seolah cukup “di sini” dan “seperti ini”,

hingga akhirnya KAU sadarkan diri,

tapi biarlah . . . . .

biarlah KAU tampar aku sekeras-kerasnya,

biarlah KAU buat aku sejatuh-jatuhnya,

biarlah KAU buat aku sehina-hinanya,

selama KAU izinkan aku “kembali” segera’ ,

kembali meluruskan orientasi,

hanya untukMU hidupku ini,

kembali mencari makna diri,

kembali memberi kemanfaatan bagi hambaMU yang lain,

kembali mengokohkan dan mewujudkan “mimpi”.

_____________________________________________________________

– dalam berjuta tanya, ku ingin segera berlari –

(teruntuk sahabat-sahabat yang tak lelah melecut diri ini, aku pun ingin segera berlari, menuju apa yang ku ingini, terimakasih sekali lagi . . .)

mengutip sepenggal kalimat dari seorang teman :

“Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup.”

“menanamkan rasa ini dalam diri membutuhkan proses perjuangan karena menikmati “kepahitan” ujian kehidupan tidaklah mudah tapi jika tsiqoh billah kita tetap kuat maka pahit ujian itu akan terasa sangat manis karena kita menikmatinya, karena kita yakin ujian adalah penjagaan dariNYA untuk kita”


6 comments on “k.e.m.b.a.l.i.

  • if you have a good life, you will be happy
    but if you don’t, you will be a philosopher…

    (a quote from a friends)

    *don’t take it seriously… 😀

  • mulanya aku dan sohib yang satu lagi-kau tahu siapa-sangat amat yakin bahwa itulah yang akan jadi jalanmu, meski kami harus mengusungnya dengan kehilangan 2 pemimpi. Namun, begitu tahu beritanya,,kami sama2 berpikir,,bisa jadi afirmasi terhadap mimpi ini jauh leih besar dan sudah kadung nancep daripada keyakinan akan jalanmu itu.

    dan dia pun berkata: “inilah fase untukmu memilih”

    dan kau tahu, kami tetap berada di sini,,,,tak gentar dengan apa yg kita impikan, meski gunung harus didaki.

    mungkin inilah fase bagi kita untuk semakin kuat menghadapi tantangan.

    take an action, and the doors will be opened itself^^’

    • bisa jadi fase ini memang harus kualami agar benar teruji apakah keyakinanku terhadap mimpi itu sekokoh karang, dan kini memang aku ingin segera berlari mewujudkannya.

      “take an action, and the doors will be opened itself” itulah yang harus segera dilakukan

      terimakasih untukmu dan dirinya😀

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: