CINLOK di Barak Pengungsian

Published 18 November 2010 by anyta

Setiap yang terjadi dalam kehidupan kita, pasti karena kehendakNYA

Termasuk pertemuanku dengannya

Sekali lagi menjadikanku memiliki rasa ini

Rasa yang tumbuh atas izinNYA dan semoga kan tetap terjaga

Meskipun kelak ia dan aku tak lagi bersama

———————————————————————————————————————————-

Berawal dari kedatangan para pengungsi di rumah-rumah tetangga yang secara beruntun dan dalam jumlah yang besar, membuatku tak sanggup untuk sekedar berpangku tangan saja. Meskipun tidak banyak hal yang bisa kami lakukan untuk membantu kebutuhan mereka tetapi alhamdulillah Allah pun menggerakkan hati dan diri sesama lainnya untuk ikut membantu.

Kebutuhan yang juga utama dan tidak bisa dikesampingkan bagi para pengungsi adalah kebutuhan ruhiyah (spiritual) dan kebutuhan fikriyah (intelektual). Terutama bagi anak-anak pengungsi yang mereka mau tidak mau harus “putus sekolah” sementara karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sisi spiritual mereka pun harus dikuatkan agar selalu ada rasa “dekat” dan syukur pada Sang Rabb sehingga mampu memaknai “ujian” ini dengan bijak. Oleh karena itulah, akhirnya kami putuskan untuk membuat program pendampingan bagi anak-anak pengungsi agar kebutuhan-kebutuhan mereka tersebut tetap terpenuhi. Ada 2 program yang alhamdulillah sampai saat ini masih kami jalankan, yaitu “Sekolah Ceria” dan “TPA Ceria”.

“Sekolah Ceria” merupakan pendampingan pembelajaran formal (mata pelajaran sekolah) bagi anak-anak pengungsi. Kami klasifikasikan menjadi 6 kelompok sesuai usia sekolah yang berdekatan, yaitu C (kelp 4th-usia TK); E (kelp kelas 1-2 SD); R (kelp kelas 3-4 SD); I (kelp kelas 5-6SD); A1 (kelp kelas 1 SMP); A2 (kelp kelas 1 SMK). Di sinilah semoga kebutuhan fikriyah anak-anak tersebut dapat sedikit terpenuhi.

“TPA Ceria” merupakan pendampingan kebutuhan ruhiyah bagi anak-anak pengungsi. Kegiatannya berupa belajar membaca iqro’ dan Al Qur’an, menyanyi (lagu-lagu Islami), menggambar+mewarnai, bermain bersama, shalat berjama’ah, dsb.

Dengan “amunisi” dan SDM minimalis tetapi alhamdulillah semua dapat berjalan dengan lancar. Dan anak-anak itu pun seakan merindukan setiap kedatangan para kakak-kakak “guru” untuk membersamai mereka, meskipun hanya sekedar bercerita dan bernyanyi bersama. Di sinilah kami harapkan proses “trauma healing” dapat pula mereka rasakan. Senyum ceria mereka, candaan mereka, celotehan lepas mereka yang membuat  terpingkal-pingkal, itu semua adalah kebahagiaan bagi kami.

Di tengah aktivitas bersama para pengungsi di barak pengungsian itu pulalah rasa ini (kembali) muncul di hatiku. Pertemuanku dengannya di barak pengungsian yang semakin lama semakin dekat membuatku tak kuasa menolak rasa ini. Rasa yang juga pernah ku rasakan. Rasa yang tentunya adalah fitrah dari Sang Pemilik qolbu ini. Rasa yang aku ingin ini tetap terjaga meski aku dan dia tak lagi bersama. Rasa yang mungkin bisa disebut rasa “cinta”. Rasa cinta ini  memang tumbuh di barak pengungsian atau bisa dibilang cinta ini CINLOK (Cinta Lokasi), bukan lebay bagiku, karena aku yakin ini cinta yang ditumbuhkan oleh Sang Rabb pada diriku dan aku ingin memeliharanya sebaik-baiknya. Meski aku tak tahu pakah dia memiliki rasa cinta yang sama tetapi aku tahu dari tiap sorot matanya bahwa ia sayang padaku.😀

Cintaku pada dirinya (anak-anak pengungsi itu) tak akan lekang oleh waktu.

Terimakasih atas hari-hari yang indah bersama, adek-adek kecilku.

Kita bertemu dan berpisah atas izin dari Sang Pencipta.

Satu yang jangan terlupa : Cintamu (cinta kalian) pada Sang Rabb haruslah lebih besar dari cinta kepadaku atau pada dunia ^_^

“Alhamdulillah, luar biasa, tetap semangat, Allahu akbar” akan selalu ku rindukan semangat kalian itu… jadilah mujahid dan mujahidah ya🙂

-teringat cinta lokasi di sekolah ceria “gempa” 4 tahun yang lalu-

12 comments on “CINLOK di Barak Pengungsian

  • iya akh ^_^ subhanallah semangadh anak-anak pengungsi itu,
    silakan datang ke barak jika ingin mendapat semangat mereka, bagus lagi kalo mau jadi guru mereka (benar-benar guru :D)

    • wlkumsalam…di hadapan anak-anak itu, jiwa kita akan dilembutkan olehNYA karena DIA ingin kita belajar banyak makna cinta dari mereka dan belajar makna ketulusan (ya begitulah menurut kakak ^_^)

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: