“INSYA ALLAH”

Published 27 Desember 2010 by anyta

Di puncak pertarungan pemikiran Rasulullah saw dengan kafir Quraisy, orang-orang Quraisy mengirimkan 2 orang cendekiawannya sebagai utusan kepada orang-orang Yahudi di Madinah, agar mereka mendapatkan dukungan ilmu baru dalam menghadapi Rasulullah saw. Orang-orang yahudi membekali 2 orang cendekiawan itu dengan 3 pertanyaan yang harus mereka ajukan kepada Rasulullah saw, yaitu :
1. Bagaimana kisah Ashhabul Kahfi?
2. Bagaimana kisah Dzul Qarnain?
3. Apa yang dimaksud dengan ruh?

Mendapatkan 3 pertanyaan tersebut, Rasulullah saw bersabda, “Besok akan saya ceritakan dan saya jawab”. Akan tetapi beliau lupa mengucapkan “insya Allah” dan akibatnya wahyu yang biasanya turun kepada beliau setiap menghadapi masalah, terhenti selama 15 hari. Sedangkan orang-orang Quraisy setiap hari selalu datang menagih janji Rasulullah saw. “Mana ceritanya? Besok…besok..besok,” begitu kira-kira ucapan orang-orang Quraisy itu. Rasulullah saw sangat bersedih atas kejadian itu.

Barulah setelah 15 hari berlalu, Allah Swt menurunkan surat Al Kahfi yang berisi jawaban atas 2 pertanyaan yang diajukan orang-orang Quraisy kepada Nabi Muhammad saw, sedangkan pertanyaan yang ketiga disebutkan Allah Swt dalam QS Al Isra’ ayat 85. Dan pada penghujung akhir kisah Ashhabul Kahfi, Allah Swt berfirman :
” Janganlah kamu sekali-kali mengatakan, ‘Sesungguhnya saya akan melakukan hal ini besok’, kecuali dengan mengatakan insya Allah “ (QS Al Kahfi : 23-24)

Bisa jadi ada orang yang akan berkata, “Bukankah Nabi Muhammad saw telah diampuni dosanya baik yang telah lalu dan yang akan datang? Lalu, mengapa kesalahan kecil dan sepele ini mendapatkan hukuman sedemikian rupa? Bukankah kebaikan beliau selama ini menutup kesalahan kecil atau sepele ini?” Jawabannya adalah :
a) Agar hal ini menjadi durus wa i’bar (pelajaran dan ibrah) bagi umatnya. Kalau orang selevel Rasulullah saw saja dihukum sedemikian rupa, bagaimana dengan kita yang penuh dosa ini?
b) Ada ungkapan yang mengatakan “Hasanatul abrar, sayyiatul muqarrabin”, artinya ada hal-hal tertentu bagi orang-orang abrar (orang-orang baik) disebut sebagai hasanat (kebaikan), namun bagi orang-orang yang berkelas muqarrab (yang dekat dengan Allah dan menjadi kekasih-NYA) akan dinilai sebagai sayyid (keburukan).

Semoga Allah Swt menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba yang selalu mengembalikan sesuatu kepada masyi’ah Allah Swt, menjadi manusia-manusia yang tawadhu’ dan sabar. Amin. Dan semoga kita menjadi mukmin yang yang hatinya senantiasa takut dan ngeri jika kebaikan yang dilakukannya tidak diterima Allah Swt.
(Taujih Ust Musyaffa Abdurrahman , “Membangun Ruh Baru”)

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
sangat menyedihkan jika diri kita mengecewakan orang lain karena tidak tepatnya janji atas lisan kita . . .
sangat menyedihkan jika diri kita tidak lagi dipercayai (ditsiqohi) oleh manusia karena ketidaktawadhuan kita dalam berucap . . .
akan lebih sangat menyedihkan lagi jika Allah Swt yang sudah tidak lagi mempercayai diri kita, naudzubillah . . .

2 comments on ““INSYA ALLAH”

    • wah akhirnya nongol juga anti disini (ga lg jd secret admirornya mba nih..he he)

      yup, peneguhan janji bukan dasar apology pengingkaran janji . . . paham toh?

      batal atau tidaknya janji juga tergantung seberapa besar niyatan kita untuk memenuhi janji itu (innamal a’malu bin niyat…) lha yen wis ket awal ga niyat alias aras2en memenuhinya, yo ra usah janji sekalian karena Allah akan mengikuti prasangka kita, arep darurat ato engga’, klo wis ra niyat yo ra bakal kelakon…just for share🙂

      syukron yo . . .
      * semoga niyatan ke semeru terlaksana, amin…

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: