baiti jannati

All posts in the baiti jannati category

.:. TERIMAKASIH IBU .:.

Published 21 Desember 2010 by anyta

Allah SWT berfirman dalam QS Luqman ayat 14 :
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

30 tahun waktu yang telah beliau baktikan untuk keluarga ini,
untuk “mengabdi” kepada suami dan anak-anak yang dicintai,
waktu yang tidak terhitung untuk terus ikhlas memberi yang terbaik,
sekali lagi…untuk keluarga nya tercinta,

peluh keringat, tetes airmata, jeritan hati, sentum tulus, kasih sayang, cinta kasih, sayatan hati, suka, duka, canda, tawa, tangis, bangga . . . dan begitu banyak lagi curahan yang beliau telah berikan sepenuhnya,
tanpa meminta atau pun mengharap kembali,

izinkan aku sedikit saja mengembalikan sesuatu untuk beliau,
mengembalikan seulas senyum simpul tulusnya,
dengan ucapan ini yang setulus hati,
dari seorang ananda yang belum bisa berbakti,
“TERIMAKASIH IBU” untuk setiap amalmu bagiku dan keluarga kita,
izinkan di hari ini pun aku masih boleh meminta,
karena baru ini yang bisa aku lakukan,
meminta doa tulusmu untukku dan anak-anakmu lainnya…

—————————————————————
menjelang “hari ibu” 22 desember 2010
esok pagi akan ku kembalikan seulas senyummu IBU
insyaAllah

Iklan

oleh – oleh . . . part 3 : M.A.S.J.I.D

Published 28 Oktober 2010 by anyta

Berada di tempat yang baru terkadang menjadikan kita merasa “sendiri” dan “ter-asing”. Tetapi ada satu tempat yang di mana pun kita berada, hilang sudah rasa kesendirian dan keterasingan itu semua. Tempat yang mempertemukan dan mempersaudarakan setiap muslim sekalipun mereka belum pernah mengenal satu sama lain. Tempat yang menjadikan setiap orang yang berada di dalamnya merasa tenang, sejuk dan nyaman. Tempat itu adalah “rumah Allah SWT” yaitu masjid.

Ada beberapa masjid besar yang sempat aku silaturahimi di Singkawang sana :

1. Masjid Agung Singkawang

Baca selengkapnya →

apa yang bisa kita berikan

Published 31 Juli 2010 by anyta

petang ini, saat baru saja pulang ke rumah, aku sudah dikagetkan dengan keberadaan 2 (dua) makhluq imut kakak beradik, keponakanku 😀

bintang dan bulan namanya, mereka ingin menginap di rumahku rupanya malam ini, kangen dengan apa atau siapa ya kira-kira? hmmm… karena tiap momen kunjungan mereka, bisa berubah-ubah latarbelakangnya (kayak apa aja pake latarbelakang, wkwkwkwk)

belum sempat aku mengistirahatkan badan, langsung saja mereka menyerbuku (bukan dengan peluru tentunya 🙂 ) meminta macam-macam, nah alhamdulillah tepat adzan maghrib berkumandang, saatnya aku mengkomando mereka untuk shalat maghrib, itu syarat dariku agar permintaan mereka aku penuhi, dan aku bersyukur mereka ternyata merindukan untuk ngaji iqro’ meski bukan merindukan aku (lebay mode on). alhamdulillah Allah “tetap” tanamkan kerinduan untuk belajar ngaji di hati mereka, karena hati anak-anak masih fitrah (suci).

bagiku yang terbiasa mengajar tpa di masjid, permintaan keponakanku mungkin hal biasa layaknya permintaan santri-santri tpa untuk ngaji, tapi tidak untuk mereka, karena mereka seperti “hidup dalam dunia mereka sendiri”, jarang bersosialisasi dengan anak-anak lainnya, pun “tidak mau” ikut tpa di dekat rumahnya.

bulan (yang baru berumur 5 tahun) diajari bintang (kakaknya yang berusia 10 tahun) untuk wudhu dengan benar 😀 dan mereka shalat berjama’ah sambil aku pandu, subhanallah melihat mereka shalat berjama’ah seperti aku merindukan sesuatu yang lama tidak aku rasakan

ba’da shalat aku pandu mereka untuk berdo’a agar kelak mereka teringat sampai dewasa untuk mendoakan orangtuanya, ya meski mereka belum paham dengan apa yang mereka lantunkan kepada Sang Rabb sekarang.

pelajaran iqro’ dimulai dari sang adek terlebih dahulu, yang perempuan dulu, ternyata dek bulan udah jilid 2 loh ngajinya, dan meski hanya 1 halaman mengaji petang itu tapi alhamdulillah dek bulan cukup lancar membacanya, kan Allah tetap akan memberikan pahala meski membacanya terbata-bata dan balasanNYA pun dihitung tiap huruf, subhanallah. . . semangat ya dek bulan 😀 ngaji terus

nah si kakak ini meski terpaut 5 tahun dengan adeknya tapi ngaji iqro’nya hanya terpaut 1 jilid saja sama adeknya,hmmm,ayo kak jangan kalah ma dek bulan, ntar dikejar lho, rajin ngaji ya. . . “iya tante, aku dah ngaji juga koq di rumah dikit-dikit, lha ngaji sendiri, nggak ada yang ngajarin, di sekolah sudah ga ada ngaji iqro’ lagi tuh” . . . itu jawaban bintang, ya aku memaklumi karena orang tuanya pun juga tidak bisa membantunya, orang tua mereka juga menyadari kalau mereka menyesal karena dulu tidak pernah belajar ngaji, makanya mereka tidak ingin anak-anaknya seperti mereka, hmmm

– – – – – – –

inilah secuil potret tentang kondisi generasi penerus kita, semoga bekal paling utama buat mereka tidak kita abaikan, bekal keimanan, apa yang bisa kita berikan selain itu?

untuk adek-adek kecil-ku, keponakan-keponakanku yang mungkin belum ku tunaikan haknya, teruslah punyai semangat untuk ngaji ya 😀

d.e.k.

Published 28 Juli 2010 by anyta

saat kau lahir dulu, aku masih ingat kalau aku agak kecewa karena kau laki-laki dek, karena aku pingin punya adek perempuan agar ada teman bermain.

tapi sekarang aku tidak lagi kecewa kok dek, karena Allah pasti memberikan yang terbaik untuk hidup kita, iya kan. meski kau dan mas selalu menang kalau kita ber3 sedang adu tinju dan meski kau dan mas selalu maunya menang sendiri kalau lagi nonton tivi karena kalian lebih suka pertandingan sepakbola dibanding yang lain tapi aku bersyukur kau adalah adekku.

meski kau dulu lebih memilih komunitas “punk”mu dibanding komunitas rohis di sekolahmu, meski kau sampai sekarang lebih asyik dengan dunia sepakbola dan futsalmu, meski kau selalu begadang main PS sepakbola, meski sekarang kau belum juga mau “ngaji” dek tapi aku tetap mendoakanmu agar suatu saat hidayah itu kau kejar, melebihi semangatmu mengejar bola saat kau berlatih dan bertanding futsal dek.

aku akan selalu merindukan candaanmu yang selalu spontan kau ucapkan, akan ku rindukan masakanmu yang lebih enak dibanding masakanku, ku rindukan lantunan ayat Al Qur’an dari bibirmu dek.

saat ini kau sedang berjuang (lagi) menuju jalan untuk mewujudkan impianmu, untuk mengapresiasikan potensimu, semoga berhasil ya dek, dan yang terpenting semoga barakah apa yang kau ikhtiarkan itu.

pun kelak insyaAllah kau akan menjadi imam, maka segera penuhilah ilmu untuk itu karena besar dan berat tanggungjawab itu dek. bersegeralah.

m.a.s.

Published 28 Juli 2010 by anyta

ingatkah mas, masa kecil kita dulu yang penuh kenangan berjuta makna, kehidupan sederhana kita, kehidupan penuh perjuangan tapi kan terindukan.

masa kecil kita yang mandiri, mencuci sendiri, menimba air sendiri, hmmm…

ingat juga kah gemblengan ibu agar kita tetap ngaji, meskipun hujan deras kita tep harus ngaji, kau boncengkan aku dengan sepeda andalanmu, dengan bertopikan payung kau kayuh kuat sepedamu di tengah derasnya hujan dan angin kencang, itulah gemblengan ibu mas, karena ibu tahu itu modal hidup kita kelak,  dan hanya itu yang bisa ibu lakukan untuk membekali kita, bekal yang sangat berharga agar kita tetap punya iman yang kuat dalam menjalani tempaan kehidupan.

ingat juga mas saat kita nekat bersepeda bersama teman-teman sepermainan masa kecil dulu hanya untuk ke kolam renang yang jaraknya hampir 15 km.  sepeda kita pun akhirnya  ngambek di sepanjang perjalanan karena  jauh  dan beratnya medan. sadelnya putus berkali-kali sampai tali rafia melingkari. tapi kita puas karena target dan tujuan kita tercapai meski harus menerima omelan ibu sesampai di rumah, tapi kita tahu marahnya beliau karena khawatir dan sayang sama kita, iya kan mas.

masih banyak lagi mas kenangan masa kecil kita tapi sekarang kita hidup di dunia masing-masing, aku hanya berdo’a agar kau mau kembali merengkuh hidayah itu mas, agar kelak kau mampu menjadi qowam yang baik untuk keluargamu kelak karena ingatlah mas, ada 4 wanita yang akan menjadi tanggungjawabmu sampai di yaumil akhir kelak, ya tanggungjawabmu pada ibu, istrimu, anak perempuanmu, dan diriku sebagai saudara perempuanmu akan dipertanyakan esok oleh Sang Rabb.

B.A.P.A.K

Published 28 Juli 2010 by anyta

cukup do’a ini saja yang mewakili isi hatiku padamu

“Ya Rabb, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihi dan menyayangiku sewaktu aku masih kecil”

I.B.U.

Published 27 Juli 2010 by anyta

ibu, entah itukah kata pertama yang aku ucapkan saat aku belajar bicara dulu.

aku hanya tahu bahwa kau adalah “malaikat” di dunia yang dikirimkan oleh Sang Pencipta  untuk  menemaniku, mendidikku,  menjagaku, menggemblengku, mendoakanku agar tetap dalam fitrah  ISLAM.

jihadmu saat melahirkanku semoga menjadi catatan amal bagimu yang akan meringankanmu di yaumul mizan kelak, pun semua ikhtiar yang kau lakukan untukku dan keluargamu sampai saat ini maupun esok semoga mendapat ridho dan barakah Allah ya Bu.amin.