cerita

All posts in the cerita category

Lalu Siapa?

Published 12 Desember 2011 by anyta

LALU SIAPA?

Bismillahirrahmanirrahim…

Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang bisa menjamin jiwa ini masih hidup senantiasa. Juga nyawa ini masih lapang dalam melangkah. Kalau bukan karena Allah, lalu siapa?

Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang bisa memberi nafas dalam kesegaran. Juga memberi nikmat yang tak berpenghabisan, hingga kita pun tenang, tanpa kurang satu apapun. Kalau bukan karena Allah, lalu siapa?

Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang akan menutup aib-aib kita. Siapa yang mampu menyimpan segala dosa-dosa yang menggunung di dalam diri. Siapa lagi yang mampu menjaganya selain Allah? Kalau saja DIA tak melakukannya, pantaskah kita menghadapkan muka kita di kerumunan orang? sedangkan kita pun malu akan banyaknya dosa, ribuan lalai, hingga kotornya diri dalam keterpurukan Iman. Kita pun tak punya alasan untuk menenangkan hati dan jiwa, karena memang ia telah hitam pekat tak terkira. Kalau bukan Allah yang menutupinya, lalu siapa?

Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang mampu menghentikan duka dalam hidup kita. Menghapuskan lara yang sering sekali kita keluhkan di hadapan-Nya. kalau bukan karena Allah lalu siapa? Siapa lagi yang memberi kita kesempatan untuk memperbaiki yang salah, siapa lagi yang mampu memberi kita ruang untuk berpikir dan merenung atas segala khilaf kita selain Allah. Siapa lagi saudaraku? Siapa lagi, selain Allah?

Lalu… Jika semua ini karena kasih dan sayangnya yang berlimpah. Pantaskah kita lalai dalam mengabdi? pantaskah kita merasa kurang dalam rezeki? atau pantaskah kita merasa sempit sedangkan Allah telah memberi segalanya?

Jika memang kita merasa pantas. karena telah mensyukuri-Nya. Mari kita hitung apa-apa yang ada dalam diri kita.

Pantaskah diri kita disebut takwa, sedangkan seharian waktu kita, hanya menghadirkan Allah dalam segelintiran waktu yang begitu cepat terasa?

Pastaskah diri kita disebut beriman, sedangkan kokohnya janji dalam syahadat kita tidak pernah terealisasi dalam langkah yang nyata lagi purna? Betapa masih banyak keluh juga rasa malas untuk tiap langkah ibadah dalam mengingat-Nya, betapa masih banyak sisa-sisa tenaga kita yang kita gunakan untuk meraih penggal takwa yang entah bisa dirasa di dalam diri atau tidak. Kita bukan hanya kurang, tapi belum berbuat apa-apa.

Lantas, dimana posisi kita? Dimana saudaraku… ?

Sumber:
Iklan

muhasabahku hari ini…

Published 25 November 2011 by anyta

astaghfirullahal’adzhiem…

Ya Alloh ampuni dosa-dosaku, berikan aku keluasan kesabaran…

just want to cry…

memang berat amanahMU Ya Rabb …

——————————————————————————————————————————

di tengah luapan amarah karena melihat orang-orang di sekeliling tidak menunaikan AMANAHnya

astaghfirullahal’adzhiem…memang berat amar ma’ruf nahy munkar dengan cara yang ma’ruf

*sedang berusaha menenangkan diri sendiri di saat klimaks seperti ini,,,ishbir

do’a untuk saudaraku…

Published 1 November 2011 by anyta

.:. kulafadzkan kembali do’a kesembuhan untuk saudara2ku yang sedang berjuang hidup, berjuang melewati ujian dari Sang Rahman dalam sakit yang dirasakannya, semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, mengangkat penyakit yang ada pada dirinya, menguatkan iman dirinya dan keluarganya…serta menjadikan ini sebagai tazkirah (pengingat) bagiku yang masih diberi nikmat sehat agar aku makin bersyukur dan makin dekat pada Sang Rabb .:.

“Allahuma robbunasi adhibil ba’sa, isfi wa anta syafi la syifa a illa syifa uka syifa’a la yughodiru saqoman”

“Ya Rabb izinkanlah hamba melantunkan do’a ini untuk saudara/i kami yang saat ini tengah berjuang melewati ujian dariMu, yang tengah berbaring sakit dan mengharap kesembuhan dariMu, karena tiada kesembuhan kecuali dariMu Ya Allah, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit sedikitpun..”

———————————————————————————————————————————————————————

*) teruntuk ananda Kenzie yg sedang terbaring lemah di PICU, semoga Allah kuatkan dan segera sembuhkan ya, Allah sayang Kenzie.. untuk ibunda Kenzie, neneknya, dan tante yang sangat menyayanginya (mba Elin) : terus khusnudzhan pada Alloh dan bersabar, agar Kenzie diberikan pertolonganNYA dan diangkat penyakitnya hingga sembuh, Alloh tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambaNYA…kami di sini selalu mendo’akan yang terbaik untuk kesembuhan ananda Kenzie

tawa anak-anak itu . . .

Published 27 Oktober 2011 by anyta

tawa anak-anak itu . . .

menyejukkan hatiku . . .

kurindukan tawa anak-anak mengelilingiku . . .

meneduhkan kalbuku . . .

tawa menyejukkan hati . . .

 

*) di tengah perjalanan menuju Gersik, Penajam usai mabuk ombak laut Mahakam

Pesan Seorang Ibu

Published 31 Mei 2011 by anyta
Nasehat Bu Yoyoh Untuk Anaknya (Tiga Hari Sebelum Wafat)
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!
 
“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!
 
Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!
 
Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya, oleh karena itu, tersenyumlah .. Maha Suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita,
dan kita mendapatkan pahala darinya!!
 
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang..dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar..tegarlah dan jangan terpengaruh! Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!
 
Baca selengkapnya →

Mujahidah dan Syahidah Tauladan…

Published 25 Mei 2011 by anyta

“Ustadzah Yoyoh, Siapakah Penerusmu Kelak”

oleh : Umi Fifi (www.eramuslim.com)

“Semoga kita mampu mengikuti jejak dan kiprah beliau dalam dakwah ini…” demikian curahan hati seorang kawanku Nurmala dalam statusnya di Facebook. Hatiku membantah, sosoknya terlalu ‘sempurna’, beliau begitu mampu mengerjakan apa saja yang tidak mampu dikerjakan orang lain.

Beliau mengerjakan semua pekerjaan yang dilakukan oleh lebih dari 10 orang. Terlalu jauh bagiku atau kita untuk mengejar apa yang telah dilakukan, sosoknya terlalu sempurna… Bagiku… beliau adalah… penjaga hati para ummahat.

Bila ada ummahat yang sakit hati atau disakiti, maka beliau menjadi bahu sandarannya, ucapannya penguat dan disingkirkannya semua beban persoalan lain, termasuk persoalan dirinya hanya untuk menampung masalah dakwah dan pribadi para ummahat seakan-akan masalah pribadi ummahat adalah masalah yang terpenting dan tergenting di dunia ini.

Dan hal ini mendatangkan rasa aman dan nyaman bagi para muslimah disekelilingnya. Beliau selalu siap untuk didatangi, diajak, ditelepon, di-SMS, diganggu walau malam hari sekalipun.

Terkadang, aku bingung. Kapan beliau tidur? karena handphonenya selalu siaga untuk menjawab sms yang masuk setiap waktu, walau pukul 3 pagi sekalipun. Padahal, masih teringat kuat dalam benakku, suatu ketika beliau baru pulang pukul 00.30 dini hari demi menunaikan tugas dakwah yang begitu melelahkan. Namun demikian, beliau menjawab dengan cepat ketika di sms pada pukul 3 pagi… Subhanallah… Padahal jawaban yang dinanti bisa saja dibalas di pagi hari setelah matahari datang.

Wanita yang solihah itu, yang akrab dipanggil Ummu Umar, Ustadzah Yoyoh, selalu mengutamakan diri kami, mengutamakan masalah-masalah orang lain, selalu menjaga hati kami agar tidak pecah. Hati-hati yang seringkali berdarah dan luka karena berbagai macam persoalan dan masalah. Maka hati-hati itu selalu menjadi segar seperti bunga yang disiram air mawar, kembali tumbuh dan kuat untuk menempuh apapun cobaan di dunia ini. Sungguh, kehilangan yang amat sangat.

Kadang aku heran, kepada siapa engkau mengadu ketika banyak masalah berdatangan menghampiri. Ketika kutanyakan hal itu baik-baik, dengan tegar engkau selalu mengajak kami kembali pada Allah, dan menyerahkan segalanya pada Allah. Engkau selalu tampil dimuka mendukung dan mensupport siapa saja dengan caramu yang indah, yang tidak menyinggung hati siapapun, yang selalu tersenyum walaupun disakiti, yang selalu sabar dan menganggap semua cobaan hidup ada jalannya.

Benar katamu, setiap peluru di Palestina sudah ada pasangannya masing-masing, itulah yang membuatmu tak gentar sedikit pun ketika harus berangkat ke Palestina dan mengajak kami semua kesana menyemangati para muslimah disana, menjenguk pabrik roti yang sedang kita buat, dan berbincang-bincang, dengan janji untuk menyebarkan pada siapa saja tentang perjuangan Palestina.

Baca selengkapnya →