tarbiyah madal hayah

All posts in the tarbiyah madal hayah category

Pesan (Ustadz) M. Natsir Kepada Para Guru dan Ustadz di Pelosok

Published 22 Maret 2012 by anyta

re-blog from Senarai Seringai

Ini adalah petuah dari guru kita yang bagi saya pribadi berlaku untuk kita semua yang berprofesi apapun. Petuah hebat mengenai kelurusan niyat dan orientasi bekerja dan pengabdian diri untuk umat. Let’s cekidot.

—————————————————————————————————————————–

Saja mengutjapkan sjukur alhamdulillah, karena pada malam ini saja dapat menghadiri satu pertemuan dengan pengurus dari Taman Pendidikan Islam jang sudah pernah terdengar namanja oleh kawan-kawan di Djakarta, akan tetapi belum mengetahui benar-benar bagaimanakah usaha dan tindakan dari Taman Pendidikan ini.
Sekarang saja berada ditengah saudara-saudara. Saja rasanja berada kembali pada tangga saja sendiri. Sebab tatkala saja keluar dari bangku peladjaran, maka jang mula-mula saja hadapi dalam lapangan pekerdjaan dan perdjuangan, ialah lapangan pendidikan Islam ini.
Adapun jang sedang saudara-saudara kerdjakan sekarang, bukanlah suatu pekerdjaan jang lekas-lekas diketahui orang. Bukan suatu pekerdjaan jang saban hari tertulis di surat-surat kabar, bukan pula pekerdjaan jang dianggap orang herois, pekerdjaan pahlawan jang dipudja-pudji setiap hari. Saudara mentjari pekerdjaan djauh dari kota, jakni di kebun-kebun onderneming, menanamkan Agama dikalangan buruh-buruh perkebunan di gunung-gunung.
Akan tetapi ketahuilah saudara-saudara, bahwa ibarat orang memanah, sasaran saudara sudah tepat pada tampuknja benar, sebab orang sering kali lupa, bahwa potensi dan tenaga dari umat kita, sebenarnja terletak di luar kota, di desa, di tepi-tepi gunung, di tengah-tengah alam raja jang besar itulah!
Sekarang saudara menghadapi satu masjarakat jang terpisah, jang dinamakan masjarakat kebun, jang mempunjai sipat sendiri, penuh dengan penderitaan poenale-sanctie dan lain-lain sisa alam pendjadjahan. Itulah batang terendam jang saudara-saudara pikul sekarang.
Ini adalah pekerdjaan jang menghendaki kepada meniadakan diri, meniadakan diri dengan pengertian, membuat sesuatu pekerdjaan hanja karena besarnja kesadaran dan tidak ingin kepada pudji dan pudja. Tjukup saudara-saudara puas dengan mendapat keredaan Ilahi jang Ia-nja melihat usaha saudara-saudara.
Baca selengkapnya →

“Do’a dari Saudariku”

Published 27 Februari 2012 by anyta

Ini adalah do’a yang dia peruntukkan untuk-ku saat aku sedang butuh ber-muhasabah padaNYA…

Do’a dari “saudari kecil-ku” yang seakan-akan ia selalu tahu apa yang sedang aku rasakan, apa yang aku butuhkan.

Do’a yang juga menguatkanku selain kekuatan dari Sang Rabb-ku.

Jazakillah ya dek, qta dipersaudarakan olehNYA untuk sekarang dan selamanya, meski kelak qta tidak lagi bersama, ukhuwah ini akan terus terjaga. Kepakkanlah sayapmu menjadi muslimah yang bermaslahat untuk umat^^. Ana uhibbuki fillah ukhti.

“Ya Allah jika masa ini adalah detik2 terakhir aku bersamanya, jadikanlah kebersamaanku dengannya lebih bermakna, yg bisa menambah cintaku padanya namun tak melebihi cintaku padaMU,, jadikanlah kebersamaanku dengannya tiada berakhir, meski ku tau Kau akan memisahkan kami dengan jarak yg begitu jauh, jadikan semuanya lebih bermakna Ya Rabb..”

“Engkau jiwa yang baik yang sedang bersedih, tetapi tetap setia memikirkan hanya yang baik dan melakukan hanya yang baik. Apalagi rencana Allah SWT selain ingin memuliakanmu?..”

Dan kini… 
Aku masih disini….
Menantimu….
Menantimu dengan senyum khas-mu…
Menantimu dengan sapaan hangat yang selalu menyapa hingga sapaannya sampai ke hati…
Menantimu dengan ghiroh juangmu menyambut hari…
Kapankah kau datang?
Kapankah aku bisa menyambutmu bersama dengan segala penantianku…
Sesungguhnya aku sangat merindukanmu,,
Wahai sosok teduh hati ku…. (*ukhti Hijri)

5 hari lagi . . .

Published 22 November 2011 by anyta

dakwatuna.com Dalam Islam ada empat Bulan yang dimuliakan oleh Allah swt. Yaitu, Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Bulan Rajab. Di bulan-bulan ini umat manusia dihimbau untuk tidak melaksanakan pertumpahan darah. Dan bagi umat Islam, bulan-bulan ini dianjurkan untuk meningkatkan taqarrub ilallah (pendekatan diri pada Allah SWT).

Allah swt berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Artinya : ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.“ (At Taubah : 36)

Baca selengkapnya →

Pesan Seorang Ibu

Published 31 Mei 2011 by anyta
Nasehat Bu Yoyoh Untuk Anaknya (Tiga Hari Sebelum Wafat)
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!
 
“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!
 
Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!
 
Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya, oleh karena itu, tersenyumlah .. Maha Suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita,
dan kita mendapatkan pahala darinya!!
 
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang..dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar..tegarlah dan jangan terpengaruh! Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!
 
Baca selengkapnya →

Mujahidah dan Syahidah Tauladan…

Published 25 Mei 2011 by anyta

“Ustadzah Yoyoh, Siapakah Penerusmu Kelak”

oleh : Umi Fifi (www.eramuslim.com)

“Semoga kita mampu mengikuti jejak dan kiprah beliau dalam dakwah ini…” demikian curahan hati seorang kawanku Nurmala dalam statusnya di Facebook. Hatiku membantah, sosoknya terlalu ‘sempurna’, beliau begitu mampu mengerjakan apa saja yang tidak mampu dikerjakan orang lain.

Beliau mengerjakan semua pekerjaan yang dilakukan oleh lebih dari 10 orang. Terlalu jauh bagiku atau kita untuk mengejar apa yang telah dilakukan, sosoknya terlalu sempurna… Bagiku… beliau adalah… penjaga hati para ummahat.

Bila ada ummahat yang sakit hati atau disakiti, maka beliau menjadi bahu sandarannya, ucapannya penguat dan disingkirkannya semua beban persoalan lain, termasuk persoalan dirinya hanya untuk menampung masalah dakwah dan pribadi para ummahat seakan-akan masalah pribadi ummahat adalah masalah yang terpenting dan tergenting di dunia ini.

Dan hal ini mendatangkan rasa aman dan nyaman bagi para muslimah disekelilingnya. Beliau selalu siap untuk didatangi, diajak, ditelepon, di-SMS, diganggu walau malam hari sekalipun.

Terkadang, aku bingung. Kapan beliau tidur? karena handphonenya selalu siaga untuk menjawab sms yang masuk setiap waktu, walau pukul 3 pagi sekalipun. Padahal, masih teringat kuat dalam benakku, suatu ketika beliau baru pulang pukul 00.30 dini hari demi menunaikan tugas dakwah yang begitu melelahkan. Namun demikian, beliau menjawab dengan cepat ketika di sms pada pukul 3 pagi… Subhanallah… Padahal jawaban yang dinanti bisa saja dibalas di pagi hari setelah matahari datang.

Wanita yang solihah itu, yang akrab dipanggil Ummu Umar, Ustadzah Yoyoh, selalu mengutamakan diri kami, mengutamakan masalah-masalah orang lain, selalu menjaga hati kami agar tidak pecah. Hati-hati yang seringkali berdarah dan luka karena berbagai macam persoalan dan masalah. Maka hati-hati itu selalu menjadi segar seperti bunga yang disiram air mawar, kembali tumbuh dan kuat untuk menempuh apapun cobaan di dunia ini. Sungguh, kehilangan yang amat sangat.

Kadang aku heran, kepada siapa engkau mengadu ketika banyak masalah berdatangan menghampiri. Ketika kutanyakan hal itu baik-baik, dengan tegar engkau selalu mengajak kami kembali pada Allah, dan menyerahkan segalanya pada Allah. Engkau selalu tampil dimuka mendukung dan mensupport siapa saja dengan caramu yang indah, yang tidak menyinggung hati siapapun, yang selalu tersenyum walaupun disakiti, yang selalu sabar dan menganggap semua cobaan hidup ada jalannya.

Benar katamu, setiap peluru di Palestina sudah ada pasangannya masing-masing, itulah yang membuatmu tak gentar sedikit pun ketika harus berangkat ke Palestina dan mengajak kami semua kesana menyemangati para muslimah disana, menjenguk pabrik roti yang sedang kita buat, dan berbincang-bincang, dengan janji untuk menyebarkan pada siapa saja tentang perjuangan Palestina.

Baca selengkapnya →

Malam Ukhuwah dan Ruhiyah

Published 14 Desember 2010 by anyta

malam itu, kembali ku rasakan ghirah (semangat) yang luar biasa dahsyatnya,

semangat dari mujahidah-mujahidah “kecil”ku,

mujahidah-mujahidah pelajar berseragam putih abu-abu,

yang di tengah kesibukan ujian sekolah justru bersemangat untuk berbagi semangat ukhuwah dan ruhiyah di malam itu,

semangat itu lahir dari kecintaan dan kerinduan mereka pada Sang Rabb dan kekasihNYA,

bersyukur karena Sang Rabb mengirimkan kalian untuk menggugah iman ini, untuk menjaga diri ini tetap pada amal kebaikan, untuk merasakan ukhuwah yang indah (lagi), semoga kekal hingga ke surga, amin, amin, amin Ya Rabb

——————————————–

MABIT = Malam Bina Iman dan Taqwa sekaligus Makan Malam, Bincang-Bincang, Tawa bersama

4 Desember 2010 – akhir dari malam itu adalah awal perjalanan kita menuju surga

Mencari CINTA di Kalimantan

Published 15 Agustus 2010 by anyta

apa yang terpikirkan saat pertama kali membaca judul tulisan ini? he he .. silakan di jawab, boleh di dalam hati saja ato dilafadzkan keras-keras 🙂

episode mencari cinta kali ini tuh merupakan ringkasan perjalananku di Kalimantan Barat beberapa bulan kemaren. meski agenda utama di sana adalah untuk menunaikan tugas pekerjaan tapi ada yang tak ingin aku lewatkan selama berada di sana. cari oleh-oleh (buah tangan) khas Kalimantan Barat? itu iya, karena belum tentu lain waktu bisa jalan-jalan ke sana lagi. tapi ada yang lebih penting daripada itu, terutama bagiku yang seorang diri di negeri orang. apakah itu…………?

ya, sesuai judul di atas, aku mencari cinta di sana, tapi eits cinta siapa dan seperti apa yang aku cari? let see…

berada di negeri orang dalam waktu yang agak lama (60 hari) seorang diri, tentunya bagiku akan menjadi catatan tersendiri dalam hidup, menunaikan pekerjaan pertamaku di seberang pulau, adalah tantangan yang lama aku idamkan, dan kali ini Sang Rabb menjawabnya. meski pekerjaanku bukan pekerjaan yang berat secara fisik -di lapangan atau di hutan- tetapi tentunya aku membutuhkan “penguatan” di tengah kesibukan duniawiku itu karena bagaimanapun pikiran, fisik, dan waktu ku juga dikerahkan sepenuhnya untuk pekerjaan sedangkan ada bagian dari tubuhku yang harus ditunaikan haknya juga. tentu saja hak ruhiyahku kudu tetap dipenuhi kebutuhannya. karena kebutuhan ruhiyah ini adalah kebutuhan cinta kita kepada Sang Rabb, dan salah satunya adalah dengan aktivitas tarbiyah.

kumulai pencarian cinta ini dengan cerita dan kisah yang agak berliku tapi alhamdulillah akhirnya aku dipertemukan oleh Sang Rabb dengan “keluarga” tarbiyahku yang baru di sana.  ibrah (hikmah) kebersamaanku dengan keluarga ini, sekali lagi menjawab tantangan yang kuberikan pada diriku sendiri selama ini dan juga inilah jawaban yang Rabb berikan sesuai dengan “kebutuhanku” bukan pada “permintaanku”.  karena yang kemudian ku dapatkan di sana tidak hanya cinta Rabb melalui hamba-hambaNYA yang sentiasa berusaha untuk mencari keridhoannya tapi juga bagaimana perjuangan mereka untuk meraih itu semua. subhanallah.

selama ini -sebelum aku mengalaminya sendiri- aku hanya sebatas mendengar cerita teman atau kenalan atau orang yang tinggal di luar Jawa baik di Sumatra maupun di Kalimantan, Sulawesi, maupun Irian bahwa perjuangan teman-teman di sana untuk tetap tarbiyah sangatlah besar dan membutuhkan banyak pengorbanan. dan aku pun telah membuktikannya sendiri.

untuk menuju tempat “ngaji” kita harus berangkat pagi-pagi karena angkutan umum yang menuju daerah tujuan kita tidak setiap saat ada, harus menunggu 1/2-1jam untuk dapet bis, itupun kita jangan berharap bisa duduk manis di dalam bis karena bis ini adalah bis antar kabupaten dimana tiap hari Ahad atau hari libur pasti penuh sesak dengan orang-orang  yang akan “mudik” atau berbelanja ke pusat kota. perjalanannya pun tidak sebentar melainkan 2-3 jam untuk sampai tempat “ngaji”. kalo beruntung ya bisa duduk, kalo ga, ya berdirilah sampai tempat tujuan. ngaji di sana pun dilakukan 2 minggu sekali, berbeda dengan waktu asalnya, seperti di daerahku juga yang seminggu sekali dapat kita lakukan, tapi tidak di sana karenaforum ini lintas kabupaten jadi tidak memungkinkan secara waktu dan biaya jika dilakukan seminggu sekali. karena itulah, waktu yang ada sangat dimanfaatkan dengan baik agar efektif dan produktif. bisa jadi kita mengalokasikan satu hari penuh untuk aktivitas tarbiyah di sana. subhanallah. tapi atsar yang kemudian didapat pun sangat hebat. bagiku setidaknya.

disinilah aku sangat bersyukur, bahkan aku sempat menangis dalam hati saat forum pertama itu, karena kesungguhan ummahat-ummahat tersebut mencari cinta membuatku merasa sangat kecil dan tiada apa-apanya dalam perjuangan mewujudkannya. masyaallah.

(too be continued)

– – – – – – – – –

nantikan kisah lengkapnya ya 😀