thalabul ‘ilmy

All posts in the thalabul ‘ilmy category

:: Keutamaan Tilawah Al-Qur’an ::

Published 11 Juli 2011 by anyta

Keutamaan Tilawah Al-Qur’an

1. Al-Qur’an adalah Kalamullah

a. Kitab yang Mubarak (diberkahi)

Allah SWT berfirman,

“Dan Ini (Al-Qur’an) adalah Kitab yang Telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS. Al-An’am (6) : 92)

b. Menuntun ke jalan yang lurus.

Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya Al-Qur’an Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’ (17) : 9).

c. Tidak ada sedikit pun kebatilan di dalamnya

Allah SWT berfirman,

“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: (41): 42).

Baca selengkapnya →

SMA N 10 YOGYAKARTA

Published 24 Agustus 2010 by anyta

akhirnya tertuliskan juga, terlalu banyak kenangan yang berebutan ingin dituangkan, tapi ya inilah jadinya 😀

_ _ _ _ _
masuk dan sekolah di sma ini tidak ada dalam bayanganku sebelumnya (lha wong tahu nama sma ini aja saat pengumuman bahwa aku terlempar ke sini-dulu masih pake sistem rayon sekolah, jadi kalau nilai tidak mencukupi akan terlempar ke sekolah yang serayon tapi peringkatnya di bawahnya-karena nilai NEM ku ga memenuhi syarat untuk masuk ke sma yang ku inginkan) ya sudah takdir ku kayaknya 😀

awal-awal sekolah di sma ini jujur masih ada kekecewaan dalam diriku karena impian untuk melanjutkan ke sma yang favorit pun kandas sudah tapi seiring waktu bisa juga aku menikmati sekolah di sini, di smu 10 jogjakarta, sekolah yang meski statusnya negeri tapi peringkat prestasi akademiknya paling bontot (itu saat aku masuk tahun pertama loh), sekolah yang letaknya di pusat kota jogja, di belakang malioboro tapi sangat terpencil dan sangat kecil 😀 tapi meski begitu, aku sangat bersyukur terdampar di sini karena ternyata di sinilah ku temukan jati diriku, di sinilah ku temukan hidayah itu , di sinilah ku temukan keindahan dan hikmah di balik semua skenarioNYA, skenario Sang Rabb yang pasti terbaik untuk tiap hambaNYA dan aku bersyukur untuk itu semua, thanks Rabb, karena tidak semua yang menurutku tidak baik atau tidak menyenangkan juga begitu halnya menurutNYA melainkan sebaliknya, yang menurut kita tidak baik justru sangat baik menurut Sang Rabb, untuk kita.

banyak kenangan di sma ini yang tidak ingin begitu saja aku lupakan atau sekadar tersimpan di memory otak ku saja, karena memoryku terbatas apalagi jika sudah demensia nantinya, di sinilah ingin ku simpan kenangan-kenangan itu :
:: kelas 1 sma (I.5)
masa-masa benar-benar menikmati dunia remaja (ABG kalee ya) sekaligus masa-masa prosesku mengejar hidayah dan benar-benar berproses perlahan menjadi lebih baik, sebagai seorang hamba dan seorang insan manusia

:: kelas 2 sma (II.5)
berhijabnya dan berhijrahnya diriku membuatku mulai butuh lebih mengenal Sang Rabb yang telah memberi banyak nikmat untukku, masa awalku mengenal tarbiyah yang indah, masa awalku untuk merasa butuh berdakwah kepada orang-orang sekitar, tanpa harus mengeksklusifkan diriku sendiri dari mereka, Pecinta Alam tetap kuikuti meski dengan lebih “berhati-hati” akan ikhtilath di dalamnya, Kerohanian Islam (Rohis) sepenuh hati kujalankan, berprestasi di akademik pun tak ingin ku tinggalkan, dan tentunya teman-teman di “ranah” apapun tetap ku sapa karena aku ingin memberi kebaikan dan kemanfaatan pada siapapun (tidak ada perkecualian untuk mad’u). Dari Abu Dzar r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan kebaikan meskipun itu berupa keceriaan wajah tatkala bertemu saudaramu.” (HR. Muslim)

:: kelas 3 sma (3 IPA 2)
tahun terakhirku bersama-sama mereka, teman dan sahabat, baik yang alim, yang slengekan tapi rajin shalat, yang pendiem, yang rame, yang pasti mereka sahabat yang loyal, setia serta kompak, yang bersama-sama menanggung suka dan duka, bersama-sama memboikot salah satu guru karena tidak profesional dalam menjalankan tugasnya (yah sekalipun aku juga yang disuruh teman-teman menghadap Pak KepSek mempertanggungjawabkan aksi kami, dasar ancur, he he he tapi hidup rasanya menyenangkan) dan perjalanan tarbiyah di tahun ini kian teruji tapi alhamdulillah tetap terjaga 😀

coba ku tulis detail sketsa-sketsa kecil meski aku tahu banyak yang terlewat tapi biarlah, aku hanya ingin menuliskannya :
– perjalanan ke sekolah 2x naik bis, alhasil sering telat deh

– nama “nyitnyit” mulai ku tenarkan untuk diriku

– kelas 1 yang penghuninya paling rame, paling ga tahan ma godaan bakso di kantin samping kelas

– wali kelas 1 yang sudah almarhum (alm.Pak Parilan)

– kadang suka ikut ngabur pas kelas 1 gara-gara diajak kajian keputrian ma kakak kelas anak rohis meski akhirnya ketagihan ma kajiannya

– menguji jiwa petualanganku : ikut pecinta alam sampe akhirnya alhamdulillah bisa mendaki beberapa gunung dengan selamat (Gn.Lawu dan Gn.Merbabu ajah)

– punya guru yang jadi “simbah”ku juga : Pak Keman (ahli bahasa Jerman yang terpaksa mengajar bahasa Inggris, hasilnya…..he he he)

– perjalanan bersama teman di RoHis yang ga selalu mulus bahkan kadang kita jadi akhwat single fighter (lha ikhwannya penggembira aja)

– bersyukur bisa masuk ke semua dunia teman-temanku (dari yang gaul abiss, pemakai drugs, pemabuk, alim banget, tipe perpust banget, anak basket dan ngeband tapi ga lupa shalat, aktivis, deelel) karena aku belajar banyak hal dari mereka semua, belajar tentang arti hidup.
Allah SWT berfirman, “Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu berlaku keras lagi berhati kasar, tentu mereka akan menjauh dari sekelilingmu.”(QS 3:159)

– persahabatan dan persaudaraan yang sampai kini masih terjalin

– perjumpaan dengan tarbiyah yang indah

– awal belajar berdakwah dan punya cita-cita “memfutuhkan” sekolah

– ………………………….dst

Kajian Ramadhan : Tafsir Juz 30

Published 12 Agustus 2010 by anyta

Alhamdulillah akhirnya pagi tadi dah mulai ikut kajian ramadhan. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya diputuskan ikut kajian yang di Islamic Centre aja, yang deket dari rumah 😀 karena pengalaman ramadhan tahun2 sebelumnya, ikut kajian yang “menarik” ustadznya pasti mpe tempatnya cuman dapet sesi penutup..he he he..lagian ngaji koq “milih” ustadz, mo ngaji ato mo ketemu ustadz tho (jangan salah sangka ya, menariknya ustadz yang aku maksud bukan sisi fisiknya tapi cara penyampaiannya, jayus abis, lagian ustadznya dah sepuh koq, he he peace ya ustadz . . . )

Kajian yang di IC selama bulan ramadhan ini mulai dari jam 05.30-06.30 wib dan materinya tentang tafsir juz 30, review kembali yuk, hmmm, semoga bisa didokumentasikan di sini besok yak. tadi pagi tafsir QS.Al Falaq yang dibahas.

kali ini belum akan bahas tafsirnya, jadi tunggu saja tanggal mainnya 🙂

– – – – – – – – – – – –

sepanjang perjalanan tadi, kembali merasakan udara sejuk persawahan, lama ga menghirup udara segar, memang nikmat pagi hari tuh ga ada duanya, di pedesaan lagi 😀

SMP N 8 JOGJAKARTA

Published 29 Juli 2010 by anyta

suatu kebanggaan bagiku saat itu karena bisa masuk sekolah favorit dan unggulan yang mungkin tidak terbayangkan olehku sebelumnya. sekolah yang mempunyai prestasi unggulan tingkat provinsi bahkan tingkat nasional, ini adalah rezeki bagiku yang diberikan oleh Allah.

tiga (3) tahun menempa ilmu di sini aku akui tidaklah semudah waktu SD dahulu karena teman-teman disini banyak yang jauh lebih pintar dan punya banyak kelebihan daripada aku. hal yang memperburuk kondisiku adalah 3 tahun aku hanya membanggakan “badge s”ekolah ku, bahwa aku sekolah di tempat unggulan, jadi ya seolah mewajarkanku jika aku tidak terlalu berprestasi di sekolah. tapi inilah yang melenakan aku, ibarat aku tidak bersyukur, gemblengan guru-guru SD dulu ibarat tak berbekas karena terlena. akibatnya adalah aku lulus sekolah dengan nilai yang rendah, untuk ukuran prestasi sekolahku, impian untuk melanjutkan ke sma yang favorit pun kandas sudah.

meskipun begitu, disinilah aku belajar dari kesalahan, bahwa sekolah bukan hanya untuk mencari status sosial saja, bahwa berteman bukan hanya karena kepentingan materi semata, fisik ataupun kecerdasan yang sama semata, atau untuk mendapat pujian semata, bahwa yang terbaik adalah menjadi dirimu sendiri 😀

SD TERBANSARI I

Published 29 Juli 2010 by anyta

tujuh (7) tahun kurang lebih usiaku saat aku pertama kali berseragam merah putih, di sekolah yang (lagi-lagi) sama dengan sekolah mas ku.

di sekolah dasar, teman-teman sejak kelas 1 ya sama saja orang-orangnya sampai kami kelas 6 meski ada juga yang ga setia karena dia tinggal kelas atau ada juga yang harusnya kakak kelas ku tapi karena dia masih betah di kelas itu akhirnya jadi teman sekelasku 😀

masa-masa menuntut ilmu di masa sekolah dasar tidak lagi sebebas tk dulu karena sudah mulai banyak target, banyak yang dipelajari, banyak yang dipikirkan, banyak tekanan (terutama dari orangtua agar juara) tapi meskipun begitu tetap lah masa untuk bermain dapat dinikmati bersama.

ingat saat kelas satu dulu ada yang nangis dan teriak-teriak di kelas gara-gara takut disuntik imunisasi oleh petugas puskesmas  (bukan aku tentunya 🙂 ) lalu ada kebanggaan saat bisa ikut jadi tim dokter kecil mewakili sekolah, hebohnya saat gosok gigi bersama-sama di depan kelas, semangat saat latihan untuk lomba P4, tegangnya masa-masa dapat hukuman dari guru karena nilai kami sekelas jelek semua, sakitnya tangan yang dipukul rotan karena kukunya panjang dan kotor, kompaknya kami setiap hari sabtu ngepel lantai kelas sepulang sekolah bersama-sama dan lucunya saat ingat teman-teman disuruh meniup bola voli gara-gara bandel, dan masih banyak sketsa lain yang nano-nano rasanya.

teruntuk bapak ibu guru yang sudah membina, melatih, mengajar ku di sd dulu : terimakasih, maturnuwun pak, bu, didikan kalian yang penuh ketegasan dan kasih sayang membuatku sadar arti pentingnya kesungguhan belajar, belajar, dan terus belajar…

> Bu Marni : guru kelas 1 yang agak galak, tegas, baik hati 🙂

> Bu Darti : guru kelas 2 dan juga guru tari ku yang galak tapi juga lembut 🙂

> Bu Kemi : guru kelas 3 yang sabar 🙂

> Bu Tutik : guru kelas 4 yang lemah lembut dan penyayang 🙂

> Pak Joko (alm) : semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di jannahNYA,amin. beliau adalah guru kelas 5 yang selalu langganan menggunakan potong kuku kesayanganku, yang selalu setia mendampingi latihan lomba P4 setiap aku dan teman-teman bertanding, terimakasih pak

> Pak Gunawan : guru kelas 6 yang paling “killer” diantara yang lain, yang melakukan segala macam cara (di atas 🙂 ) agar murid-muridnya disiplin dan rajin, beliau bilang “murid yang pintar pun akan kalah dengan murid yang rajin maka jadilah murid yang rajin, tidak perlu pintar”.  terimakasih pak,  meskisekarang  anda tidak lagi mengabdi  di sekolah kita dahulu (karena anda  layak  mengabdi di tempat yang lebih baik)  tapi  gemblengan  anda telah menjadikan kami  “manusia”  sebenarnya.  wah,apakah sekarang bapak masih cerita ke murid-murid tentang rumah anda yang dari  kardus ya?  he he he  🙂

> Pak Diyono : guru agama yang tegas tapi loyal 🙂

terimakasih pahlawan tanpa tanda jasa, guru-guru ku semua yang mungkin tidak tersebutkan di sini, kalian yang telah menjadikan kami mutiara dalam lumpur yang juga mampu berkilau,
kami anak-anak pinggiran yang biasa dan sederhana yang mampu membuktikan bahwa kami pun bisa berprestasi, terimakasih.

TK AL HASANAH

Published 27 Juli 2010 by anyta

lembaga formal tempatku menuntut ilmu pertama kali adalah di sana : taman kanak-kanak AL HASANAH yang berada di tengah kota pendidikan tercinta, tepat di depan/timur UPT UGM, di sebelah utara swalayan Mirota Kampus.

2 tahun aku belajar menulis, membaca, shalat, berdo’a, bernyanyi dan hal-hal lain di sana. di didik oleh Bu Mien dan Bu Gie yang sabar dan penyayang pada semua muridnya tanpa pilih kasih membuatku dan teman-teman tumbuh menjadi murid-murid yang baik (narcis mode on) 🙂

banyak hal yang masih aku ingat selama masa-masa TK itu, seragam hijau berkerudung (ternyata dulu sejak kecil sudah diajari untuk menutup aurat loh, he he he, ga ngerasa), berdandan pakaian daerah setiap hari kartini, membuat lem kanji bersama guru dan teman-teman, menunggui teman yang hobi mimisan di sekolah, rekreasi ke objek wisata, dan banyak lagi, masa-masa menuntut ilmu yang menyenangkan, tanpa tekanan dan pikiran.

entah apakah aku masih ingat satu per satu teman-teman ku masa itu, pastinya masing-masing kita telah menempuh pilihan hidup sendiri, tapi teman, siapapun kita ingatlah untuk mendoakan guru-guru kita, semoga amal beliau-beliau dalam mendidik kita dengan penuh keihlasan dan kesabaran diberikan balasan yang terbaik oleh Sang Rabb.

-terimakasih Bu Mien dan Bu Gie atas didikan selama ini-